Sabtu, 17 Juli 2010

PENGELOLAAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG BERKELANJUTAN BERBASIS MITIGASI BLAST FISHING DI KEPULAUAN PADAIDO DAN PESISIR PULAU BIAK BAGIAN TIMUR KABUPATEN BIAK NUMFOR

Kabupaten Biak Numfor khususnya kawasan pesisir Pulau Biak bagian timur dan Kepulauan Padaido memiliki luas terumbu karang reef flat sekitar 9252,1 ha2 dan deep reef 328,2 ha2 dengan sekitar 456 jenis terumbu karang dan 716 jenis ikan karang. Ironisnya, kondisi terumbu karang tersebut telah mengalami kerusakan yang umumnya disebabkan oleh pemanfaatan sumberdaya perikanan yang merusak (destructive fishing), yaitu penangkapan ikan yang menggunakan bahan peledak yang hingga saat ini masih marak. Penggunaan bahan peledak (blast fishing) akan merusak terumbu karang dan pada akhirnya akan mengurangi fungsinya sebagai fishing ground, nursery ground dan spawning ground maupun sebagai feeding ground serta mengurangi sumber mata pencaharian bahkan memutus rantai kehidupan generasi yang akan datang.

Rabu, 19 Mei 2010

Ironi Destructive Fishing di Kab. Biak


Wilayah implementasi COREMAP di Kepulauan Padaido dan kini juga pada wilayah Distrik Biak Kota dan Biak Timur yang telah memasuki fase dua diharapkan akan memberikan perubahan yang berarti terutama terhadap perubahan ekosistem terumbu karang yang lebih baik (adanya peningkatan tutupan karang hidup dan keanekaragaman ikan karang) dan perubahan pada kondisi social ekonomi masyarakat sasaran kearah yang lebih baik pula ( total pendapatan yang didapat dari, dan total jumlah orang yang menerima pendapatan dari, berbagai cara kegiatan berkelanjutan berbasis terumbu karang dan pengganti karang di kabupaten program meningkat 10 persen sebelum masa berakhirnya proyek; sedikitnya 70 persen nelayan/penerima manfaat di masyarakat pesisir dalam kabupaten program merasa bahwa program berdampak positif terhadap kesejahteraan dan status mereka sebelum berakhirnya proyek

Jumat, 05 Maret 2010

Pentingnya Konservasi Mangrove di Teluk Youtefa Kota Jayapura Sebagai Pendukung Sumber Daya Hayati Perikanan

Pendahuluan Secara geografis wilayah Kota Jayapura terletak di bagian utara Provinsi Papua, pada 1028'26” - 3058'82” LS dan 137024 10” - 14100’ 8,22” BT, yang berbatasan langsung dengan Distrik Sentani Timur dan Depapre Kabupaten Jayapura di sebelah barat; Negara Papua New Guinea di sebelah timur; Laut Pasifik di sebelah utara berbatasan dengan Lautan Pasifik; dan Distrik Skamto Kabupaten Keerom disebelah selatan (BPS Kota Jayapura, 2007).
Bentuk garis pantai Kota Jayapura bervariasi berupa tanjung dan teluk dengan bentuk yang berlekuk-lekuk. Teluk Youtefa berada dalam wilayah Pemerintahan Kota Jayapura merupakan teluk yang hampir menyambung dengan Teluk Yos Sudarso yang terletak di sebelah barat daya. Teluk Youtefa diapit oleh dua buah tanjung, di bagian barat adalah Tanjung Pie yang banyak ditumbuhi vegetasi mangrove, dan di bagian timur terdapat Tanjung Saweri, di bagian belakang teluk membentuk pantai timur Teluk Youtefa, sementara pantai-pantai di sebelah barat dan selatan terdiri dari bukit-bukit curam.

Kamis, 04 Maret 2010

Persfektif Pengelolaan Terumbu Karang Berkelanjutan Kep. Padaido

Kepulauan Padaido merupakan gugusan pulau-pulau karang dengan 30 pulau yang berada di Samudera Pasifik pada sisi sebelah timur Pulau Biak. Gugusan pulau-pulau tersebut memiliki keindahan pantai dan berbagai jenis habitat seperti atol, karang tepi, dan goa-goa bawah laut (Pemda Biak, 2005). Kepulauan Padaido memiliki luas terumbu karang untuk reef flat sekitar 9252,1 ha2 dan deep reef 328,2 ha2 ( Kab. Biak, 2006). Suharsono dan Leatemia (1995) menemukan sekitar 90 jenis yang tergolong dalam 41 genera dan 13 famili terumbu karang. Selain itu, dalam laporan penelitian FDC-IPB (2009) menemukan ada 57 genus karang yang menyebar di dua kawasan lokasi penyelaman, yaitu Padaido Atas dan Padaido Bawah. Sementara jenis ikan karang yang ditemukan oleh Wouthuyzen dan Sapulete (2001) sebagaimana diacu dalam Kab. Biak (2005), terdapat 123 jenis ikan-ikan karang, yang terdiri dari 71 jenis dari famili Pomacentridae, dan 83 jenis ikan kepe-kepe. Sedang La Tanda (1995) yang melakukan penelitian di Pulau Padaido, yaitu di Pulau Pasi menemukan sekitar 10 jenis ikan kepe-kepe (Chaetodontidae) pada kedalaman 3 meter dan 10 meter. Hasil dari kajian tersebut nampaknya sangat berbeda jika dibandingkan dengan hasil penelitian Turak dan DeVantier (2006) di dua pulau di Kepuauan Padadio, yaitu Pulau Owi 121 jenis karang keras dan 113 di Pulau Veri Kecil. Selain itu, Allen (2006) juga melakukan penelitian di lokasi yang sama, dimana menjumpai sekitar 200 jenis ikan karang.